Salah satu karakteristik utama era informasi adalah bisnis elektronik atau yang lebih dikenal dengan istilah e-business atau ecommerce. Model bisnis ini menekankan pertukaran informasi dan transaksi bisnis yang bersifat paperless, melalui Electronic Data Interchange (EDI), E-mail, electronic bulletin boards, electronic fund transfer, dan teknologi lainnya yang juga berbasis jaringan. Popularitas e-business di penghujung abad 20 dan di awal milenium baru ini ditunjang oleh tiga faktor pemicu utama, yaitu (1) faktor pasar dan ekonomi, diantaranya kompetisi yang semakin intensif, perekonomian global, kesepakatan dagang regional, dan kekuasaan konsumen yang semakin bertambah besar, (2) faktor sosial dan lingkungan, seperti perubahan karakteristik angkatan kerja, deregulasi pemerintah, kesadaran dan tuntutan akan praktis etis, kesadaran dan tuntutan akan praktis etis, kesadaran akan tanggung jawab sosial perusahaan, dan perubahan politik, dan (3) faktor teknologi, meliputi singkatnya usia siklus hidup produk dan teknologi, inovasi yang muncul hampir setiap waktu, information overload, dan berkurangnya rasio biaya teknologi terhadap kinerja.
Perspektif Mengenai E-commerce
PERSPEKTIF
DEFINISI E- COMMERCE
FOKUS
1. On-line Purchasing
Pespective
Sistem yang memungkinkan pembelian dan penjualan produk dan informasi melalui internet dan jasa online lainnya.
Transaksi online
2. Digital
Communication
Perspective
Sistem yang memungkinkan pengiriman informasi digital produk, jasa dan pembayaran
online Komunikasi secara
elektronis
3. Service Perspective
Sistem yang memungkinkan upaya menekan biaya, menyempurnakan kualitas produk dan informasi instant terkini, dan meningkatkan kecepatan penyampaian jasa Efisiensi dan layanan
pelanggan
4. Business Process
Perspective
Sistem yang memungkinkan otomatisasi transaksi bisnis dan aliran kerja Otomatisasi proses bisnis
5. Market-of-one
Perspective
Sistem yang memungkinkan proses ‘Customization’ produk dan jasa untuk diadapatasikan Process customization pada kebutuhan dan keinginan setiap pelanggan secara efisien Process customization
Sumber: diolah dari Phan (1998).
Model Bisnis Internet
KATEGORI
DESKRIPSI
CONTOH
Virtual Storefront
Menjual produk fisik atau jasa secara online. Pengiriman barang dan jasa non-digital menggunakan sarana-sarana tradisional (seperti jasa pos dan kurir).
· Amazon.com
· Virtual Vineyard
· Security First
· Network Bank
Marketplace
Concentrator
Memusatkan informasi mengenai produk dan jasa dari berbagai produsen pada satu titik sentral. Pembeli dapat mencari, membandingkan dan kadangkala juga melakukan transaksi pembelian.
· Dealernet
· Internet Mall
· Industrial Marketplace
· InsureMarket
Information Brokers
Menyediakan informasi
mengenai produk, harga dan
ketersediaannya. Beberapa
diantaranya juga
memfasilitasi transaksi,
namun nilai utamanya
adalah informasi yang
disediakan.
· PartNet
· Travelocity
· Auto-by-Tel
Transaction Brokers
Pembeli bisa mengamati
berbagai tarif dan syarat
pembelian, namun aktivitas
bisnis utamanya adalah
memfasilitasi transaksi.
· E*Trade
· Ameritrade
Electronic
Clearinghouses
Menyediakan suasana
seperti tempat lelang
produk, dimana harga dan
ketersediaan selalu berubah,
tergantung pada reaksi
konsumen.
· Bid.com
· OnSale
Reverse Auction
Konsumen mengajukan
tawaran kepada berbagai
penjual untuk membeli
barang atau jasa dengan
harga yang dispesifikasi oleh
pembeli.
· Priceline.co
m
Digital Product
Delivery
Menjual dan mengirim
perangkat lunak, multimedia,
dan produk digital lainnya
lewat internet.
· Build-a-Card
· PhotoDisc
· SonicNet
Content Provider
Memperoleh pendapatan
lewat penyediaan konten.
Pendapatan bisa dihasilkan
dari biaya berlangganan atau
biaya akses, penjualan ruang
iklan, atau biaya
penempatan iklan dalam
daftar terorganisasi pada
searchable database.
· Wall Street
Journal
Interactive
· Quote.com
· Tripod
Online Service
Provider
Menyediakan layanan dan
dukungan bagi para pemakai
perangkat lunak dan
perangkat keras.
· Cyber Media
· Tune Up.com
Sumber: Laudon & Laudon (2000).
Pergeseran Paradigma Bisnis
Implementasi e-business menuntut pergeseran paradigma secara fundamental, dari yang semula marketplace yang menekankan interaksi secara fisik antara penjual dan pembeli menjadi marketspace1 yang mengandalkan transaksi elektronik (Rayport & Sviokla,1995). Pergeseran ini ditandai dengan perubahan dari geographic business model (location based) menjadi global business model (virtual marketspace).
Dalam traditional marketplace, lalu lintas informasi, produk/jasa, dan pembayaran bersifat fisik (location based). Dengan kata lain, model bisnis yang berlaku adalah geographic business model. Sebaliknya, dalam dunia virtual marketplace, aliran informasi produk, proses komunikasi antara produsen dan konsumen, distribusi barang/jasa dan transaksi berlangsung dalam dunia maya/virtual. Dalam dunia virtual, batas-batas geografis sudah tidak lagi relevan, karena model bisnisnya adalah global business model. Setiap orang yang memiliki akses ke internet dapat mengambil bagian dalam model bisnis mutakhir ini, misalnya dengan melakukan browsing di internet untuk mencari informasi mengenai produk, produsen, dan harga, men-down load perangkat lunak atau data tertentu, mengirim e-mail kepada produsen, melakukan chatting dengan konsumen lain, melakukan transaksi pembayaran dengan aneka fasilitas mutakhir (seperti kartu kredit, smart card, internet interface maupun automatic ordering), dan sebagainya.
Peluang dan Tantangan E-Commerce
Perkembangan internet berdampak pada perubahan cara organisasi merancang, memproses, memproduksi, memasarkan, dan menyampaikan produk. Lingkup persaingan yang semakin luas juga menuntut integrasi dan koordinasi antara departemen sistem informasi, pemasaran, layanan pelanggan, dan departemendepartemen lainnya dalam organisasi. Beraneka ragam peluang pemanfaatan internet yang bisa di eksploitasi meliputi:
· Sumber baru untuk informasi pasar
· Individualized/customized marketing
· Cara baru menjalin relasi online dengan pelanggan dan membangun citra merk (interactive marketing);
· Peluang baru bagi distribusi produk dan komunikasi pemasaran;
· Dan lain-lain.
Proses penyampaian (delivery) produk secara digital via internet diperkirakan diperkirakan bakal semakin marak dalam berbagai sector bisnis, terutama untuk program perangkat lunak, surat kabar, CD musik, tiket pesawat, sekuritas, jasa konsultasi, hiburan, perbankan, asuransi, pendidikan, dan perawatan kesehatan (Andersen & Vincze, 2000).
Sekalipun ada banyak sekali daya pikat e-business (terutama yang berbasis internet), masih ada sejumlah tantangan atau keterbatasan yang harus diatasi. Sebuah survey yang dilakukan oleh majalah InternetWeek pada tahun 1998 mengungkap sejumlah faktor non teknis yang menghambat perkembangan e-business. Faktor-faktor tersebut antara lain: biaya dan justifikasinya (34,8% dari responden); keamanan dan privasi (17,2%), kurangnya trust dan adanya resistensi pemakai (4,4%); dan faktor-faktor lainnya seperti belum bakunya standar dan regulasi pemerintah, dinamika e-business sebagai bidang kajian baru, jasa pendukung yang masih terbatas, masih terbatasnya jumlah penjual dan pembeli, potensi gangguan terhadap relasi antar pribadi, dan akses internet yang masih terbatas dan relatif mahal bagi banyak pelanggan potensial.
Dampak e-Commerce Terhadap Praktik Bisnis
Dalam kategori pertama, e-commerce berdampak pada akselerasi pertumbuhan direct marketing yang secara tradisional berbasis mail order (katalog) dan telemarketing. Kemunculan e-commerce memberikan beberapa dampak positif bagi aktivitas pemasaran,
diantaranya :
· Memudahkan promosi produk dan jasa secara interaktif dan real time melalui saluran komunikasi langsung via internet.
· Menciptakan saluran distribusi baru yang bisa menjangkau lebih banyak pelanggan di hampir semua belahan dunia.
· Memberikan penghematan signifikan dalam hal biaya pengiriman informasi dan produk terdigitalisasi (contohnya: perangkat lunak dan musik).
· Menekan waktu siklus dan tugas-tugas administratif (terutama untuk pemasaran internasional) mulai dari pesanan hingga pengiriman produk.
· Layanan pelanggan yang lebih responsif dan memuaskan, karena pelanggan bisa mendapatkan informasi lebih rinci dan merespon cepat secara online.
· Memfasilitasi mass customization yang telah diterapkan pada sejumlah produk seperti komputer (Dell Computer Inc.), kosmetik (www.reflect.com), mobil, rumah, permata. Bingkisan hadiah (gift), kartu ucapan, bunga, asuransi, jasa perjalanan wisata, buku, CD, mebel, arloji, T-shirt, dan berbagai macam produk lainnya.
· Memudahkan aplikasi one-to-one atau direct advertising yang lebih efektif dibandingkan mass advertising.
· Menghemat biaya dan waktu dalam menangani pesanan, karena sistem pemesanan elektronis memungkinkan pemrosesan yang lebih cepat dan akurat.
· Menghadirkan pasar maya/virtual (marketspace) sebagai komplemen pasar tradisional (marketplace).
Dalam hal transformasi organisasi, e- commerce mengubah karakteristik pekerjaan, karir, dan kompensasi. E- commerce menuntut kompetensi, komitmen, kreativitas, dan fleksibilitas karyawan dalam beradaptasi dengan setiap perubahan lingkungan yang ramping; bercirikan pemberdayaan dan desentralisasi wewenang, beranggotakan knowledge based workers; mampu beradaptasi secara cepat dengan teknologi baru dan perubahan lingkungan (learning organisation); mampu dan berani bereksperimen dengan produk, jasa, maupun proses baru; dan mampu mengelola perubahan secara strategik. Sedangkan dalam hal redefinisi organisasi, e- commerce memunculkan model bisnis baru yang berbasis jasa online di marketspace. Hal ini bisa berdampak pada redefinisi misi organisasi dan cara organisasi menjalankan bisnisnya. Perubahan ini antara lain meliputi peralihan dari sistem produksi massal menjadi pemanufakturan just in time (JIT) yang lebih customized, integrasi berbagai sistem fungsional (seperti produksi, keuangan, pemasaran, dan sumber daya manusia)1, baik secara internal maupun dengan mitra bisnis dan pelanggan; penerapan sistem pembayaran baru, seperti electronic cash; penguasaan sistem informasi dan teknologi mutakhir; dan penerapan sistem belajar dan pelatihan online.
Perilaku Konsumen Internet Dan Internet Market Research
Salah satu bentuk aplikasi e-business yang sangat potensial adalah Internet Market Research. Maksudnya, internet bisa dimanfaatkan sebagai media untuk memahami perilaku konsumen, yang kemudian dijadikan dasar dalam pengembangan strategi untuk menjalin hubungan saling menguntungkan dalam jangka panjang. Perlu diperhatikan bahwa model perilaku konsumen e-business agak berbeda dengan model perilaku konsumen biasa. Diantara faktor-faktor yang mempengaruhi proses pengambilan keputusan konsumen adalah karakteristik pribadi, lingkungan, sistem pemasok, dan stimulus (pemasaran dan non pemasaran).
E-Service
Aplikasi e-business dalam sektor jasa (e-service) juga berkembang pesat. Berbagai perusahaan jasa seperti bank, broker saham, telah melakukan penjualan online bahkan sebelum berkembangnya internet. Faktor pemicu utamanya adalah adanya peluang untuk melakukan digitalisasi keseluruhan proses operasi jasa. Beberapa contoh e-service yang berkembang pesat meliputi:
· Industri pariwisata dan biro perjalanan Di internet kita bisa menemukan berbagai situs yang bisa membantu konsumen dalam memilih paket wisata yang sesuai dengan kebutuhan dan isi kantong. Beberapa situs tersebut misalnya www.expedia.com, www.travelocity.com, www.reservations.com, www.priceline.com, www.travelweb.com, www.thetrip.com, www.lastminute.co.id, www.balitravelguide.com, www.joglosemar.co.id, dan www.travo.com. Adapun jasa-jasa yang disediakan meliputi informasi umum, reservasi, paket liburan dan wisata, akomodasi, dan hiburan. Selain itu tersedia pula informasi seperti tips dari orang-orang yang sudah mengalami situasi tertentu (seperti masalah visa),electronic travel magazines, perbandingan biaya, konversi mata uang, fare tracking, lokasi wisata menarik di seluruh dunia, informasi belanja aksesoris dan buku traveling, pendapat pakar, berita-berita kini yang berkaitan dengan pariwisata dan situasi internasional, chatting rooms, bulletin boards, frequent flier deals, dan sebagainya.
· Internet Job Market
Job market adalah salah satu pasar terbesar di dunia dimana perusahaan mencari karyawan yang memiliki kompetensi dan ketrampilan spesifik, sementara individu mencari pekerjaan yang dinilai cocok. Internet job market digunakan oleh berbagai pihak untuk berbagai keperluan diantaranya:
1. Para Pencari Kerja (Job Seekers) Menggunakan internet untuk merespon setiap iklan lowongan kerja, berinisiatif menempatkan resume di homepage sendiri atau website lain, mengirim pesan ke para anggota newsgroups agar mencarikan informasi pekerjaan dan referensi, dan memanfaatkan jasa recruiting firms seperti www.monster.com, www.hotjob.com, www.jobdirect.com, www.headhunter.net, dan www.careermosaic.com
2. Perusahaan Pencari Kerja (Job Offers) Seringkali mengiklankan lowongan kerja di website perusahaan bersangkutan, situs-situs populer, bulletin board, dan situs recruiting firms. Perusahaan bahkan bisa melakukan wawancara dan berbagai tes lainnya lewat internet.
3. Recruiting Firms
Merupakan broker yang menawarkan jasa untuk memperantarai pencari kerja dan perusahaan. Recruiting firms menempatkan informasi mengenai deskripsi pekerjaan yang tersedia dan jasa-jasa yang ditawarkan di situsnya sendiri, e-malls, newsgroups, online forums, bulletin boards, internet commercial resume services dan providers seperti AOL dan Compuserve.
4. Lembaga Pemerintah Membantu para pencari kerja agar bisa menemukan pekerjaan. Salah satu contohnya adalah pemerintah filipina yang merancang situs khusus dalam rangka menyelaraskan antara tenaga kerja dan pekerjaan.
· Real Estate
Teknologi internet bisa dimanfaatkan bagi para pengembang (developers). Penerapan e-business dalam sektor real estate memberikan beberapa manfaat.
1. Calon konsumen bisa melihat-lihat berbagai properti di layar komputer sehingga bisa menghemat waktu bagi konsumen dan broker.
2. Calon konsumen bisa memilih dan mengorganisasikan properti sesuai dengan kriteria dan preferensinya, serta merancang sendiri dan/atau mensimulasikan desain eksterior dan interiornya.
3. Calon konsumen bisa mendapatkan informasi rinci mengenai hal-hal yang berkaitan dengan properti seperti pengembang, lokasi, harga, peraturan pemerintah menyangkut jual-beli properti,tips memilih properti, kiat bernegosiasi dan lainnya. Contoh situs yang berkaitan dengan real estate antara lain www.ired.com, www.comspace.com, www.info-property.com, dan www.assist2sell.com.
· Perdagangan Saham Online
Perdagangan saham dan surat berharga lainnya (seperti obligasi, reksa dana, opsi dan lain-lain) kian marak dilakukan lewat internet. Beberapa situs yang berkaitan dengan informasi dan perdagangan saham online antara lain: www.etrade.com, www.nyse.com, www.jsx.co.id, www.cyberinvest.com, www.upside.com, www.marketguide.com, www.ipo.com, www.e-bursa.com, dan www.cnnfn.com.
· Internet Banking
Saat ini bank-bank di indonesia mulai memasuki era internet banking atau cyberbanking, diantaranya www.bii.co.id, www.bankniaga.com, www.bi.go.id, www.lippobank.co.id. Bagi pihak bank, cyberbanking memberikan alternatif yang lebih efisien dibandingkan branch banking (melayani nasabah di kantor cabang). Bank juga dapat memanfaatkannya untuk keperluan implementasi strategi relationship marketing. Selain itu, bank juga bisa melayani nasabah yang lokasinya susah dijangkau atau belum dilayani dengan kantor cabang bank bersangkutan. Bagi nasabah, layanan cyberbanking memberikan sejumlah manfaat seperti hemat biaya dan waktu, transaksi relatif aman, dan melakukan berbagai transaksi secara nyaman dan fleksibel tanpa terikat waktu (misalnya membayar tagihan listrik dan telepon, memeriksa saldo, mentransfer uang, membayar tagihan kartu kredit, mengajukan kredit dan layanan lainnya.)
· Lelang online
Situs-situs yang berkaitan dengan lelang produk secara online meliputi : www.auctionhunter.com, www.bekas.com, www.kantongkresek.com, www.barangbekas.net, www.jualbelimobil.com, www.auction.net, www.ebay.com, www.priceline.com, www.onsale.com, www.auctionweb.com, dan www.bidfind.com.
· Online Publishing
Meliputi penyampaian informasi surat kabar, majalah, berita, buku teks, musik, klip video, film, dan informasi lainnya melalui internet. Perkembangan internet yang demikian pesat membuat persaingan antar media begitu intensif. Saat ini online publishing lebih banyak digunakan untuk menyebarkan informasi, untuk keperluan iklan, dan melakukan transaksi penjualan secara interaktif. Dimasa mendatang, online publishing akan mencakup pula materi-materi yang lebih tercustomized, baik yang sifatnya gratis maupun harus dibayar. Contoh yang berkaitan: (www.kompas.com, www.tempo.co.id, www.detik.com, www.astaga.com, dan sejenisnya), penerbit contohnya (www.mhhe.com, www.wiley.com/college, www.prenhall.com, www.pearsoned.com, www.longman.com), jurnal online (www.ssrn.com, www.cpajournal.com, www.journals.unchichago.edu), database online (www.emeraldlibrary.com, http://melba.unilinc.edu.au, dan http://global.umi.com) dan lain-lain.
· Jasa-jasa lainnya.
Beberapa contoh lain dari sebagian kecil dinamika aplikasi e-business industri jasa antara lain : virtual universities atau e-university contohnya www.cityu.edu.hk, online consulting www.knowledgespace.com, e-insurance www.insurerate.com, electronic stamp www.estamp.com, dan sebagainya.