Annisaakhusnulkh’s Blog

Juni 5, 2009

jurnal5

Filed under: jurnal review — annisaakhusnulkh @ 10:34 am

Issues in Mobile E-Commerce

Jurnal: CAIS, Tahun: 2002, Volume: 8
Penulis: Peter Tarasewich, Robert C. Nickerson, Merrill Warkentin

Introduction
Definition
Mobile e-commerce (m-commerce) didefinisikan sebagai segala kegiatan dan proses bisnis interaktif yang berhubungan dengan transaksi komersial yang dilakukan melalui media komunikasi berupa wireless (mobile) device.
Mobile devices merupakan alat yang yang digunakan untuk berhubungan dengan layanan mobile. Saat ini mobile devices meliputi: telepon selular, laptop, PDA dan lain-lain.
Isu dapat diartikan sebagai ide, topik, masalah atau hal lain yang dapat dibahas dalam diskusi terbuka, atau pertanyaan untuk diperdebatkan atau dicari solusinya.

Visions of Wireless
Terdapat dua visi dari penggunaan wireless pada internet yang digunakan pada e-commerce, yaitu:
1.    Mobile devices termasuk dalam salah satu kategori dari banyak titik akses menuju internet. Hal ini mendukung wireless devices untuk menghadirkan cara alternatif untuk berinteraksi dengan website walaupun dalam format yang berbeda dan dalam batasan tertentu.
2.    Penggunaan wireless dalam internet merupakan sesuatu yang benar-benar baru dan berbeda. Cara interaksi yang digunakan dan media komunikasi yang digunakan benar-benar berbeda.

Mobile E-Commerce Technology Issues
Secara umum, isu-isu yang terkait dengan teknologi mobile e-commerce dapat dikategorisasi lagi dalam 3 hal yaitu mobile clients, commmunications infrastructure, dan other technology.

Mobile Client Issues
Mobile clients adalah segala perangkat (berupa alat) beserta software terkait yang digunakan oleh individu untuk berkomunikasi dengan jaringan komunikasi nirkabel. Isu-isu yang berkaitan dengan mobile client antara lain:
1.    Bentuk perangkat mobile client yang dianggap paling baik.
2.    Pengaturan atau pengendalian personalisasi informasi yang diberikan kepada pengguna.
3.    Perancangan antarmuka yang baik untuk diterapkan pada perangkat mobile client.
4.    Perancangan aplikasi yang digunakan pada beberapa perangkat mobile client yang berbeda.
5.    Pembuatan suatu software seperti OS, browser, dan email dengan keterbatasan perangkat mobile client untuk meningkatkan fungsionalitas perangkat tersebut.
6.    Protokol yang sesuai untuk komunikasi perangkat mobile client.

Wireless Communications Infrastructure Issues
Kebutuhan infrastruktur komunikasi pada mobile e-commerce tergolong kompleks. Teknologi yang terkait secara kasar dapat dibagi menjadi 2 hal, yaitu yang mendukung atau berkaitan dengan WLAN dan yang digunakan untuk tujuan telekomunikasi nirkabel. Isu-isunya adalah:
1.    Membuat penggunaan yang efisien dengan ketersediaan bandwidth yang terbatas.
2.    Perangkat mobile yang berinteraksi dengan lebih dari satu lingkungan komunikasi.
3.    Ketersediaan spektrum frekuensi dan bandwidth yang dibutuhkan.
4.     Interferensi antar teknologi komunikasi.
5.    Pemenuhan kemungkinan keberagaman standar dan kecepatan pada saat ini dan masa mendatang pada telepon genggam.
6.    Kebersediaan dari sisi pebisnis untuk membayar biaya yang tinggi dalam membangun infrastruktur nirkabel yang dibutuhkan.

Other Wireless Technology Issues
1.    Metode menjaga keberlangsungan koneksi bagi pengguna yang sedang berpindah atau beganti lokasi maupun perangkat
2.    Metode bagi penyedia layanan komunikasi nirkabel dalam membebankan biaya untuk pelayanan yang diberikan.
3.    Keamanan informasi via koneksi nirkabel.
4.    Pengaturan pengantisipasian virus.
5.    Metode untuk verifikasi identifikasi pengguna.
6.    Pengawasan akses ke data lokasi perangkat.

Mobile E-Commerce Application Issues
Bagian ini akan menjelaskan tentang permasalahan – permasalahan yang berkaitan dengan mobile e-commerce. Permasalahan – permasalahan tersebut adalah:
1.    Mobile technologi memungkinkan adanya sebuah aplikasi yang dapat digunakan dimanapun dan kapanpun. Namun, aplikasi apa yang pengguna ingin gunakan kapanpun dan dimanapun?
2.    Metode apa atau bagaimana kita mewujudkan task/fungsi yang diinginkan pada suatu aplikasi mobile/wireless.
3.    Pada wirless messaging service. Bagaimana cara menyediakan komunikasi antara user yang berada di sistem yang berbeda. (Komunikasi antara messaging service yang berbeda).
4.    Bagaimana cara membuat agar public bisa menerima penggunaan mobile device pada lokasi apapun, atau pada suatu event khusus. Bagaimana mementukan penggunaan aplikasi dan mobile device pada public secara tepat.
5.    Bagaimana memastikan keamanan data financial yang digunakan oleh mobile application.
6.    Bagaimana cara yang paling baik untuk mendapatkan keuntungan dari bisnis mobile application?
7.    Keamanan dalam penggunaan wireless device dalam kendaraan. Dapatkah browsing saat menyetir dibuat menjadi aman?
8.    Bagaimana menjaga privasi seseorang terhadap aplikasi yang mampu mengidentifikasi lokasi dari pengguna tersebut.
9.    Bagaimana suatu aplikasi di design sehingga dapat memaksimalkan integritas data.
10.    Apa teknik penyimpanan data yang terbaik untuk data yang digunakan oleh mobile aplication. Bagaimana kita menyimpan data sehingga data tersebut siap dipakai dan dapat diakses oleh mobile application.
11.    Bagaimana memastikan integritas dari data yang di sinkronisasi antar beberapa devices.
12.    Bagaimana mengembangkan mobile application yang komplex dan tangguh untuk suatu organisasi dengan segala keterbatasan dari mobile device (seperti bandwidth yang terbatas, layar yang kecil, dan kurangnya standarisasi dalam mobile application).

Mobile E-Commerce Global Issues
Berikut adalah beberapa isu global yang berkaitan dengan m-commerce dan disertakan pula pertanyaan yang relevan dengan isu tersebut.
1.    Kurangnya standarisasi global.
Contoh pertanyaan: Bagaimana suatu perusahaan global dapat menangani perbedaan standar komunikasi wireless di seluruh dunia?
2.    Perbedaan dalam mengadopsi aplikasi dan teknologi wireless di seluruh dunia.
Contoh pertanyaan: Haruskah ada perencanaan untuk menyesuaikan teknoplogi wireless antara Eropa dan Amerika dengan Jepang.
3.    Identifikasi layanan wireless yang dibutuhkan di seluruh dunia.
Contoh pertanyaan: Layanan wireless yang seperti apa yang dapat sukses di berbagai belahan dunia?
4.    Pengaruh dari variasi access-pricing di seluruh dunia yang digunakan oleh layanan wireless.
Contoh pertanyaan: Apakah perbedaan access-pricing di berbagai negara berpengaruh terhadap penggunaan layanan wireless?

jurnal4

Filed under: jurnal review — annisaakhusnulkh @ 10:32 am

ELECTRONIC – COMMERCE (e-COMMERCE)
David Whiteley, e-Commerce: Strategy, Technologies and Applications, 1st edition, the Mc-Graw-Hill Companies, London, 2000 (259 pages)
Faraz Umar
Guru Besar Institut Teknologi Bandung
Electronic – Commerce (e-Commerce), yang kalau diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia berarti perdagangan secara elektronik, pada saat ini merupakan topik yang hangat dibahas dan dibicarakan. Secara sederhana e-Commerce didefinisikan sebagai pemanfaatan teknologi internet dalam perdagangan. Dengan demikian e-Commerce berkembang karena dipicu oleh perkembangan pesat dalam bidang elektronika, khususnya di bidang informasi dan komunikasi elektronik.
Dalam buku ini pengarang pada dasarnya menjelaskan tiga bidang fundamental yang membentuk e-Commerce, yaitu : Electronic Markets (EM), Electronic Data Interchange (EDI), dan Internet Commerce (IM).
EM, oleh pengarang dimaksudkan sebagai teknologi informasi dan komunikasi dalam menyajikan berbagai barang dan jasa dalam suatu segmen pasar, sehingga harganya dapat dibandingkan satu dengan lainnya oleh calon pembeli, yang harus melakukan keputusan transaksi. Contoh sederhana dari suatu e-Markets (EM) adalah sistem pemesanan karcis penerbangan (ticket booking).
EDI, oleh pengarang dimaksudkan sebagai penyedia sistem yang distandardisasi untuk suatu transaksi jual-beli yang diberi kodifikasi, sehingga data tersebut dapat dikomunikasikan, antara satu komputer dengan komputer lainnya, tanpa membutuhkan pesanan tertulis, yang sering menyebabkan keterlambatan dan kesalahan dalam pengurusan surat-menyurat. Contoh di mana EDI banyak dimanfaatkan adalah dalam sektor pasar swalayan (supermarket) untuk bertransaksi dengan para pemasok barang.
IC dimaksudkan oleh pengarang sebagai teknologi informasi dan komunikasi yang dapat dimanfaatkan untuk periklanan dan penjualan suatu barang atau jasa. IC ini misalnya dapat digunakan untuk membeli buku-buku yang pengirimannya dilakukan lewat pos.
Tulisan dalam buku ini oleh pengarang dibagi dalam 5 (lima) bagian dan terdiri dari 17 (tujuh belas) bab. Bagian pertama, menjelaskan tentang definisi dan pengertian e-Commerce serta memperkenalkan konsep suatu analisis siklus perdagangan, yang merupakan model yang kemudian dibahas dan dikembangkan oleh pengarang dalam bagian-bagian berikutnya dan buku ini.
Bagian kedua, membahas tentang pemanfaatan e-Commerce untuk kegiatan bisnis yang dikaitkan dengan konteks Value Chain dan Competitive Advantage Systems. Diusulkan pula suatu pendekatan dalam pengembangan suatu strategi bisnis dalam bidang e-Commerce. Sebagai contoh studi bisnis pemanfaatan e-Commerce dalam bagian ini dijelaskan tentang industri transportasi udara.
Bagian ketiga, dijelaskan tentang transaksi suatu bisnis dengan bisnis lainnya, yang ditandai oleh adanya suatu pertukaran perdagangan yang diformalkan, disertai dengan ciri pemasokan jangka panjang. Karenanya diperlukan peninjauan khusus terhadap ketiga teknologi e-Commerce, tetapi terutama ditekankan kepada pemanfaatan EDI secara reguler, yaitu transaksi perdagangan secara berulang.
Bagian keempat, terutama membahas pemanfaatan e-Commerce untuk bisnis dengan transaksi konsumen, di mana konsumen e-Commerce untuk kebanyakan organisasi adalah unsur terakhir dari e-Commerce. Dibahas juga tentang teknologi utama unsur internet, web, dan pemanfaatan serta implementasi dari e-Shop.
Bagian kelima, merupakan bagian kesimpulan dari buku ini, yang pada dasarnya disimpulkan bahwa EM, EDI, dan IC dapat memfasilitasi suatu koordinasi secara elektronik, suatu Value Chain terkoordinasi, yang dapat diperdebatkan sebagai suatu prasyarat dalam implementasi kompetitif dari suatu e-Commerce.

jurnal3

Filed under: jurnal review — annisaakhusnulkh @ 10:30 am

Ecommerce

Ecommerce, atau Electronic Commerce merupakan salah satu teknologi yang berkembang pesat dalam dunia per-internet-an. Penggunaann sistem E-Com, begitu biasanya Ecommerce disingkat, sebenarnya dapat menguntungkan banyak pihak, baik pihak konsumen, maupun pihak produsen dan penjual (retailer). Di Indonesia, sistem Ecom ini kurang populer, karena banyak pengguna internet yang masih menyangsikan keamanan sistem ini, dan kurangnya pengetahuan mereka mengenai apa itu E-Com yang sebenarnya.
Bagi pihak konsumen, menggunakan E-Com dapat membuat waktu berbelanja menjadi singkat. Tidak ada lagi berlama-lama mengelilingi pusat pertokoan untuk mencari barang yang diinginkan. Selain itu, harga barang-barang yang dijual melalui E-Com biasanya lebih murah dibandingkan dengan harga di toko, karena jalur distribusi dari produsen barang ke pihak penjual lebih singkat dibandingkan dengan toko konvensional.
Online shopping menyediakan banyak kemudahan dan kelebihan jika dibandingkan dengan cara belanja yang konvensional. Selain bisa menjadi lebih cepat, di internet telah tersedia hampir semua macam barang yang biasanya dijual secara lengkap. Selain itu, biasanya informasi tentang barang jualan tersedia secara lengkap, sehingga walaupun kita tidak membeli secara on-line, kita bisa mendapatkan banyak informasi penting yang diperlukan untuk memilih suatu produk yang akan dibeli

Mekanisme E-Commerce
Pembeli yang hendak memilih belanjaan yang akan dibeli bisa menggunakan ‘shopping cart’ untuk menyimpan data tentang barang-barang yang telah dipilih dan akan dibayar. Konsep ‘shopping cart’ ini meniru kereta belanja yang biasanya digunakan orang untuk berbelanja di pasar swalayan. ‘Shopping cart’ biasanya berupa formulir dalam web, dan dibuat dengan kombinasi CGI, database, dan HTML. Barang-barang yang sudah dimasukkan ke shopping cart masih bisa di-cancel, jika pembeli berniat untuk membatalkan membeli barang tersebut.
Jika pembeli ingin membayar untuk barang yang telah dipilih, ia harus mengisi form transaksi. Biasanya form ini menanyakan identitas pembeli serta nomor kartu kredit. Karena informasi ini bisa disalahgunakan jika jatuh ke tangan yang salah, maka pihak penyedia jasa e-commerce telah mengusahakan agar pengiriman data-data tersebut berjalan secara aman, dengan menggunakan standar security tertentu.
Setelah pembeli mengadakan transaksi, retailer akan mengirimkan barang yang dipesan melalui jasa pos langsung ke rumah pembeli. Beberapa cybershop menyediakan fasilitas bagi pembeli untuk mengecek status barang yang telah dikirim melalui internet.

Software untuk Pembuatan E-Commerce
Dalam pembuatan ‘toko’ di internet (atau biasa disebut dengan istilah cybershop), diperlukan software-software tertentu untuk mengatur inventarisasi barang dan proses transaksi jual beli barang. Di pasaran, sudah terdapat software-software khusus untuk membuat sistem E-Com, seperti Intershop Online keluaran Intershop Communications, Merchant Server keluaran Microsoft Corp, dan Electronic Commerce Suite keluaran iCat. Software-software itu khusus dijual kepada pihak-pihak yang berniat membangun cybershop, dan dijual dengan harga ribuan dollar. Pada umumnya software-software untuk pembuatan E-Commerce ini menggunakan database untuk penyusunan katalog. Database yang digunakan biasanya adalah DB2, Oracle, atau SQL. Anda juga bisa menggunakan SentralShop, sebuah web ecommerce dan Toko Online yang dikembangkan oleh Cipta Pratama Informatika, yang sangat cocok digunakan untuk masyarakat Indonesia, karena disertai dengan biaya Ekspedisi/Jasa Pengiriman Barang. Contoh Ecommerce/Toko Online ini bisa anda lihat di http://www.sentralweb.com/demo/

Alternatif Pembayaran untuk E-Commerce
Untuk pembayaran, e-commerce menyediakan banyak alternatif. Caranya adalah dengan terlebih dahulu mendaftar sebagai customer pada web tersebut. Pembeli yang telah mempunyai kartu kredit dapat menggunakan kartu tersebut untuk pembayaran. Selain kartu kredit, alternatif lainnya adalah dengan menggunakan e-cash. E-cash sebenarnya merupakan suatu account khusus untuk pembayaran melalui internet. Account tersebut dibuka dengan menggunakan kartu kredit yang dipunyai sebelumnya. Customer hanya perlu mengisi pada account e-cashnya untuk digunakan.
Alternatif lain dalam pembayaran di internet adalah dengan menggunakan smartcard. Di Singapura, smartcard dikenal dengan istilah cash card. Pemakaian smartcard ini hampir sama dengan pemakaian kartu ATM yang biasa dipakai untuk berbelanja, yaitu pada saat transaksi, uangnya didebet langsung dari account di bank. Untuk pembayaran di internet, user harus memiliki ‘smart card reader’. Dalam pemakaiannya, alat khusus ini disambungkan ke port serial di komputer. Pada saat melakukan transaksi, kartu smart card harus digesekkan ke alat tersebut, sehingga chip yang terdapat di kartu dapat dibaca oleh komputer. Untuk softwarenya, digunakan software bernama ‘e-wallet’. Contoh web site yang telah menyediakan smartcard untuk pembayaran adalah http://www.discvault.com.
Selain dengan ketiga cara di atas, terdapat alternatif pembayaran yang relatif baru dan belum begitu populer. Alternatif ini adalah penggunaan iCheck, yaitu metode pembayaran dengan menggunakan cek. Pembayaran ini membutuhkan nomor cek milik customer. Web site yang menyediakan penjelasan mengenai cara pembayaran ini adalah http://www.icheck.com.

Keamanan di E-Commerce
Dalam prakteknya, berbelanja di web memerlukan koneksi ke internet dan browser yang mendukung transaksi elektronik yang aman, seperti Microsoft Internet Explorer dan Netscape Navigator. Microsoft dan Netscape, bekerja sama dengan perusahaan kartu kredit (Visa dan MasterCard), serta perusahaan-perusahaan internet security (seperti VeriSign), telah membuat standar enkripsi khusus yang membuat transaksi melalui web menjadi sangat aman. Bahkan, Visa dan MasterCard menyediakan jaminan keamanan 100% kepada pengguna credit cardnya yang menggunakan e-com.
Yang menandakan suatu retailer web site aman atau tidak adalah adanya tanda khusus yang muncul di status bar di bagian bawah layar browser. Pada IE, tanda yang muncul adalah tanda gembok terkunci di pojok kanan status bar. Sedangkan pengguna Netscape Navigator, akan melihat tanda kunci di pojok kiri status bar. Jika tanda-tanda tersebut muncul, berarti Anda sedang ter-connect pada server yang aman. Walaupun begitu, karena standar yang dipakai untuk secure connection ini relatif baru, belum semua cybershop menggunakan standar ini.
Kumpulan dari banyak cybershop yang telah terintegrasi dinamakan cybermall. Beberapa cybermall akan mengecek terlebih dahulu legitimasi dari cybershop yang akan masuk, sehingga dapat menghindari adanya cybershop yang palsu. Beberapa cybermall juga menyediakan jasa-jasa tambahan, seperti billing atau tagihan yang tersentralisasi, menjadikan proses belanja menjadi lebih mudah dan aman.

Mekanisme SET
Standar enkripsi yang digunakan dalam e-commerce pada saat ini adalah SET (Secure Electronic Transaction). Selain digunakan untuk pembayaran dengan credit card, SET juga digunakan untuk pembayaran dengan smartcard. Dengan menggunakan SET, kerahasiaan informasi customer (berupa nama dan nomor kartunya) bisa dijaga. SET juga bisa menjaga autotentifikasi atau identitas penjual dan customer, sehingga tidak bisa disalahgunakan oleh sembarang orang.
SET menggunakan suatu kriptografi khusus yang dinamakan asymmetric cryptography untuk menjamin keamanan suatu transaksi. Asymmetric cryptography ini juga disebut dengan nama Public-key Cryptography. Enkripsi ini menggunakan dua kunci/key (yaitu kode), satu kunci digunakan untuk meng-enkripsi data, dan kunci lainnya untuk men-dekripsi data tersebut. Kedua kunci tersebut terhubung secara matematis dengan rumus tertentu, sehingga data yang telah di-enkripsi oleh suatu kunci hanya bisa di-dekripsi dengan menggunakan kunci pasangannya.
Setiap user mempunyai dua kunci, yaitu puclic key dan private key. User dapat menyebarkan public key secara bebas. Karena adanya hubungan yang khusus antara kedua kunci, user dan siapa pun yang menerima public key tersebut mendapat jaminan bahwa data yang telah dienkripsi dengan suatu public key dan dikirimkan ke user hanya bisa didekripsi oleh private key. Keamanan ini terjamin selama user dapat menjaga kerahasiaan private key. Pasangan key ini harus dibuat secara khusus oleh user. Algoritma yang biasanya digunakan untuk pembuatan key adalah algoritma RSA (dinamakan berdasarkan inisial pembuatnya, yaitu : Rivest, Shamir, dan Adleman).

Artinya, suatu pihak pengelola e-commerce yang menggunakan SET, harus membuat pasangan key khusus untuk webnya. Public key akan disebarkan, dan hal ini biasanya dilakukan melalui penyebaran web browser. Public key disertakan secara gratis untuk setiap web browser, dan telah tersedia jika browser tersebut diinstall. Private key, pasangan untuk pasangan public key tersebut disimpan oleh pengelola e-com.
Jika pembeli menggunakan browser untuk mengirim form transaksi, pembeli tersebut akan menggunakan public key yang telah tersedia di web browsernya. Orang lain yang tidak mempunyai private key pasangannya, tidak akan bisa men-dekripsi data form yang dikirim dengan public key tersebut. Setelah data sampai ke pengelola e-com, data tersebut akan di-dekripsi dengan menggunakan private key. Artinya, hanya pengelola e-com yang bisa mendapatkan data itu dalam bentuk yang sebenarnya, dan data identitas serta nomor kartu kredit customer tidak akan jatuh ke tangan yang tidak berhak.

E-Com di Indonesia
Sampai saat ini, web resmi yang telah menyelenggarakan e-commerce di Indonesia adalah RisTI Shop. Risti, yaitu Divisi Riset dan Teknologi Informasi milik PT. Telkom, menyediakan prototipe layanan e-commerce untuk penyediaan informasi produk peralatan telekomunikasi dan non-telekomunikasi. Web ini juga telah mendukung proses transaksi secara online.

jurnal2

Filed under: jurnal review — annisaakhusnulkh @ 10:26 am

E-Commerce

Implementasi Infrastruktur Electronic Payment System Security

Business to Consumer eCommerce
memiliki karakteristik sebagai berikut: Terbuka untuk umum, dimana informasi disebarkan ke umum.
· Servis yang diberikan bersifat umum (generic) dengan mekanisme yang dapat digunakan oleh khalayak ramai. Sebagai contoh, karena sistem Web sudah umum digunakan maka servis diberikan dengan menggunakan basis Web.
· Servis diberikan berdasarkan permohonan (on demand). Konsumer melakuka inisiatif dan produser harus siap memberikan respon sesuai dengan permohonan.
· Pendekatan client/server sering digunakan dimana diambil asumsi client (consumer) menggunakan sistem yang minimal (berbasis Web) dan processing (business procedure) diletakkan di sisi server.

Menurut sebuah report dari E&Y Consulting, perkembangan kedua jenis eCommerceini dapat dilihat pada tabel berikut. Dari tabel tersebut dapat dilihat bahwa perkembangan Business to Business lebih pesat daripada Business to Consumer. Itulah sebabnya banyak orang mulai bergerak di bidang Business-to-business.
Jenis Transaksi 1997 2000
Business to Business $7 billion $327 billion
Business to Consumer $5 billion $70 billion

Meskipun demikian, Business-to-Consumer masih memiliki pasar yang besar yang tidak dapat dibiarkan begitu saja. Tingginya PC penetration (teledensity) menunjukkan indikasi bahwa banyak orang yang berminat untuk melakukan transaksi bisnis dari rumah. Negara yang memiliki indikator PC peneaion yang tinggi mungkin dapat dianggap sebagai negara yang lebih siap untuk melakukan eCommerce.

Business to Business e-Commerce
Business to Business eCommerce umumnya menggunakan mekanisme Electronic Data Interchange (EDI). Sayangnya banyak standar EDI yang digunakan sehingga menyulitkan interkomunikasi antar pelaku bisnis. Standar yang ada saat ini antara lain: EDIFACT, ANSI X.12, SPEC 2000, CARGO-IMP, TRADACOMS, IEF, GENCOD, EANCOM, ODETTE, CII. Selain standar yang disebutkan di atas, masih ada formatformat lain yang sifatnya proprietary. Jika anda memiliki beberapa partner bisnis yang sudah menggunakan standar yang berbeda, maka anda harus memiliki sistem untuk melakukan konversi dari satu format ke format lain. Saat ini sudah tersedia produk yang
dapat melakukan konversi seperti ini.
Pendekatan lain yang sekarang cukup populer dalam standarisasi pengiriman data adalah dengan menggunakan Extensible Markup Language (XML) yang dikembangkan oleh World Wide Web Consortium (W3C). XML menyimpan struktur dan jenis elemen data di dalam dokumennya dalam bentuk tags seperti HTML tags sehingga sangat efektif digunakan untuk sistem yang berbeda. Kelompok yang mengambil jalan ini antara lain adalah XML/EDI group (www.xmledi.net).
Pada mulanya EDI menggunakan jaringan tersendiri yang sering disebut VAN (ValueAdded Network). Populernya jaringan komputer Internet memacu inisiatif EDI melalui jaringan Internet, atau dikenal dengan nama EDI overInternet.
Topik yang juga mungkin termasuk di dalam business-to-business eCommerce adalah electronic/Internet procurement dan Enterprise Resource Planning (ERP). Hal ini adalah implementasi penggunaan teknologi informasi pada perusahaan dan pada manufakturing. Sebagai contoh, perusahaan Cisco maju pesat dikarenakan menggunakan teknologi informasi sehingga dapat menjalankan just-in-time manufacturing untuk produksi produknya.
Business to Consumer eCommerce
Business to Consumer eCommerce memiliki permasalahan yang berbeda. Mekanisme untuk mendekati consumer pada saat ini menggunakan bermacam-macam pendekatan seperti misalnya dengan menggunakan “electronic shopping mall” atau menggunakan konsep “portal”.
Electronic shopping mall menggunakan web sites untuk menjajakan produk dan servis. Para penjual produk dan servis membuat sebuah storefront yang menyediakan catalog produk dan servis yang diberikannya. Calon pembeli dapat melihat-lihat produk dan servis yang tersedia seperti halnya dalam kehidupan sehari-hari dengan melakukan window shopping. Bedanya, (calon) pembeli dapat melakukan shopping ini kapan saja dan darimana saja dia berada tanpa dibatasi oleh jam buka took.
Konsep portal agak sedikit berbeda dengan electronic shopping mall, dimana pengelola portal menyediakan semua servis di portalnya (yang biasanya berbasis web). Sebagai contoh, portal menyediakan eMail gratis yang berbasis Web bagi para pelanggannya sehingga diharapkan sang pelanggan selalu kembali ke portal tersebut.
Servis yang harus tersedia
Untuk menjalankan eCommerce, diperlukan beberapa servis atau infrastruktur yangmendukung pelaksanaan commerce. Servis-servis ini akan dibahas pada bagian (section) di bawah ini.
Directory Services
Directory services menyediakan informasi tentang pelaku bisnis dan end user, seperti halnya buku telepon dan Yellow Pages. Ada beberapa standar yang digunakan untuk menyediakan directory services. Salah satu standar yang cukup populer adalah LDAP (Lightweight Directory Access Protocol) yang kemudian menimbulkan OpenLDAP (www.openLDAP.org).
Salah satu permasalahan yang mengganjal dalam penggunaan directory services adalah adanya potensi security hole, yaitu ada kemungkinan orang melakukan spamming. pamming adalah proses pengiriman email sampah yang tak diundang (unsolicied emails) yang biasanya berisi tawaran barang atau servis ke banyak orang sekaligus. Seorang spammer dapat melihat daftar user dari sebuah directory services kemudian mengirimkan email spamnya kepada alamat-alamat email yang dia peroleh dari directory services tersebut.

Infrastruktur Kunci Publik (Public Key Infrastructure)
Untuk menjalankan eCommerce, dibutuhkan tingkat keamanan yang dapat diterima. Salah satu cara untuk meningkatkan keamanan adalah dengan menggunakan teknologi kriptografi, yaitu antara lain dengan menggunakan enkripsi untuk mengacak data. Salah satu metoda yang mulai umum digunakan adalah pengamanan informasi dengan menggunakan public key system. Sistem lain yang bisa digunakan adalah privae key system. Infrastruktur yang dibentuk oleh sistem public key ini disebut Public Key Infrastructure (PKI), atau diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia menjadi Infrastruktur Kunci Publik (IKP), dimana kunci publik dapat dikelola untuk pengguna yang tersebar (di seluruh dunia). Komponen-komponen dari infrastruktur kunci publik ini akandibahas lebih lanjut pada bagian berikut.
Certification Authority (CA). Merupakan sebuah body / enity yang memberikan dan mengelola sertifikat digital yang dibutuhkan dalam transaksi elektronik. CA berhubungan erat dengan pengelolaan public key system. Contoh sebuah CA di Amerika adalah Verisign (www.verisign.com). Adalah merugikan apabila perusahaan di Indonesia menggunakan fasilitas Verisign dalam transaksi eCommerce. Untuk itu di Indonesia harus ada sebuah (atau lebih) CA. Sayangnya, untuk menjalankan CA tidak mudah. Banyak hal teknis dan non-teknis yang harus dibenahi. (Catatan: penulis saat ini sedang mengembangkan sebuah CA untuk Indonesia. Kontak penulis untuk informasi lebih anjut.) CA dapat diimplementasikan dengan menggunakan software yang komersial (seperti yang dijual oleh Verisign) dan juga yang gratis seperti yang dikembangkan oleh OpenCA1.

IPSec. Keamanan media komunikasi merupakan hal yang penting. Mekanisme untuk mengamankan media komunikasi yang aman (secure) selain menggunakan SSL, yang akan dijelaskan kemudian, adalah dengan menggunakan IP Secure. Plain IP versi 4, yang umum digunakan saat ini, tidak menjamin keamanan data.

Pretty Good Privacy (PGP). PGP dapat digunakan untuk authentication, encryption, dan digital signature. PGP umum digunakan (de facto) di bidang eMail. PGP memiliki permasalahan hukum (law) dengan algoritma enkripsi yang digunakannya, sehingga ada dua sistem, yaitu sistem yang dapat digunakan di Amerika Serikat dan sistem untuk internasional (di luar Amerika Serikat). Implementasi dari PGP ada bermacam-macam, dan bahkan saat ini sudah ada implementasi dari GNU yang disebut GNU PrivacyGuard (GPG).

Privacy Enhanced Mail (PEM). PEM merupakan standar pengamanan email yang diusulkan oleh Internet Engineering Task Force (IETF) (http://www.IETF.org).
PKCS. Public Key Cryptography Standards.

S/MIME. Selain menggunakan PGP, pengamanan eMail dapat juga dilakukan dengan menggunakan standar S/MIME. S/MIME sendiri merupakan standar dari secure messaging, dan tidak terbatas hanya untuk eMail saja. Beberapa vendor EDI sudah berencana untuk menggunakan S/MIME sebagai salah satu standar yang didukung untuk messaging. Informasi mengenai S/MIME dapat diperoleh dari berbagai tempat, seperti misanya: S/MIME Central

Secure Sockets Layer (SSL). Seperti dikemukakan pada awal dari report ini, eCommerce banyak menggunakan teknologi Internet. Salah satu teknologi yang digunakan adalah standar TCP/IP dengan menggunakan socket. Untuk meningkatkan keamanan informasi keamanan layer socket perlu ditingkatkan dengan menggunakan teknologi kriptografi. Netscape mengusulkan pengamanan dengan menggunakan Secure Socket Layer (SSL) ini. Untuk implementasi yang bersifat gratis dan open source, sudah tersedia OpenSSL project (http://www.openSSL.org). Selain SSL ada juga pendekatan lain, yaitu dengan menggunakan Transport Layer Security (TLS v1).

Electronic Payment
Pembayaran dengan menggunakan media elektronik merupakan sebuah masalah yang belum tuntas. Ada berbagai solusi yang ditawarkan untuk mengatasi masalah electronic payment, antara lain:
· Standards: SET, Mondex
· Electronic money: e-cash digicash, CyberCash, iKP
· Virtual wallet, EMV electronic purse
· Credits and debits on the Internet, First Virtual.
· Internet banking beserta group yang terlibat di dalamnya, seperti kelompok OpenFinancial Exchange (OFX) yang dimotori oleh CheckFree Corporation Intuit, dan Microsoft beserta institusi finansial lainnya.
· Stocks and trading
· Smartcards: introduction, CLIP, ISO 7816 (beserta seluruh bagian/part-nya) Java Card, Open Card Framework.

Keamanan (Security)
Secara umum, keamanan merupakan salah satu komponen atau servis yang dibutuhkan untuk menjalankan eCommerce. Beberapa bagian dari keamanan ini sudah dibahas di atas dalam bagian tersendiri, seperti Infrastruktur Kunci Publik (IKP), dan privacy. Untuk menjamin keamanan, perlu adanya kemampuan dalam bidang ini yang dapat diperoleh melalui penelitian dan pemahaman. Beberapa topik (issues) yang harus dikuasai antara lain akan didaftar di bawah ini.

Teknologi Kriptografi.
Teknologi kriptografi menjelaskan bagaimana mengamankan data dengan menggunakan enkripsi. Berbagai sistem sudah dikembangkan seperti sistem privae key dan public key. Penguasaan algoritma-algoritma populer digunakan untuk mengamankan data juga sangat penting. Contoh algoritma ini antara lain DES, IDEA, RC5, RSA dan ECC (Ellliptic Curve Cryptography). Penelitian dalam bidang ini di perguruan tinggi merupakan suatu hal yang penting. Salah satu masalah dalam mengamankan enkripsi adalah bagaimana memastikan bahwa hanya sang penerima yang dapat mengakses data. Anda dapat menggembok data dan mengirimkannya bersama kuncinya ke alamat tujuan, tetapi bagaimana memastikan kunci itu tidak dicuri orang di tengah jalan? Salah satu cara untuk memecahkannya adalah bahwa si penerima yang mengirimkan gemboknya, tetapi tidak mengirimkan kuncinya. Anda menggembok data dengan gembok yang dikirim olehnya dan mengirimkannya. Si penerima kemudian akan membukanya dengan kunci miliknya yang tidak pernah dikirimkannya ke siapa-siapa. Kini masalahnya bila data yang digembok itu dicuri orang, tetapi dengan enkripsi yang kompleks akan sangat sulit bagi orang itu untuk mengakses data yanmg sudah digembok itu.

One Time Pasword. Penggunaan password yang hanya dapat dipakai sebanyak satu kali. Biasanya password angka digital yang merandom angka setiap kali transaksi.

Konsultan keamanan. Konsultan, organisasi, dan institusi yang bergerak di bidang keamanan dapat membantu meningkatkan dan menjaga keamanan. Contoh organisasi yang bergerak di bidang ini adalah IDCERT.
Kerangka kerja eCommerce
Kerangka kerja (framework) dari eCommerce memiliki beberapa komponen, antara
lain:
1. National Inormation Technology Committee (on eCommerce). Komite ini bertanggung jawab untuk memformulasikan Information Technology, speciically eCommerce, di Indonesia. Komite ini dapat membuat working group untuk meneliti penggunaan teknologi informasi lebih lanjut. Berbagai pihak yang terlibat dalam bidang commerce dan electronic commerce sebaiknya terwakili dalam komite ini, misalnya adanya wakil dari Perbankan.
2. Communication Infrastructure
3. EC/EDI standards / infrastructure. Menentukan standar yang dapat diterima oleh semua pihak merupakan salah satu kunci utama.
4. Cyberlaw: EC laws, Electronic Security laws.
5. Customers & related organizations

jurnal1

Filed under: jurnal review — annisaakhusnulkh @ 10:23 am

Salah satu karakteristik utama era informasi adalah bisnis elektronik atau yang lebih dikenal dengan istilah e-business atau ecommerce. Model bisnis ini menekankan pertukaran informasi dan transaksi bisnis yang bersifat paperless, melalui Electronic Data Interchange (EDI), E-mail, electronic bulletin boards, electronic fund transfer, dan teknologi lainnya yang juga berbasis jaringan. Popularitas e-business di penghujung abad 20 dan di awal milenium baru ini ditunjang oleh tiga faktor pemicu utama, yaitu (1) faktor pasar dan ekonomi, diantaranya kompetisi yang semakin intensif, perekonomian global, kesepakatan dagang regional, dan kekuasaan konsumen yang semakin bertambah besar, (2) faktor sosial dan lingkungan, seperti perubahan karakteristik angkatan kerja, deregulasi pemerintah, kesadaran dan tuntutan akan praktis etis, kesadaran dan tuntutan akan praktis etis, kesadaran akan tanggung jawab sosial perusahaan, dan perubahan politik, dan (3) faktor teknologi, meliputi singkatnya usia siklus hidup produk dan teknologi, inovasi yang muncul hampir setiap waktu, information overload, dan berkurangnya rasio biaya teknologi terhadap kinerja.

Perspektif Mengenai E-commerce

PERSPEKTIF
DEFINISI E- COMMERCE
FOKUS

1. On-line Purchasing
Pespective
Sistem yang memungkinkan pembelian dan penjualan produk dan informasi melalui internet dan jasa online lainnya.
Transaksi online

2. Digital
Communication
Perspective
Sistem yang memungkinkan pengiriman informasi digital produk, jasa dan pembayaran
online Komunikasi secara
elektronis

3. Service Perspective
Sistem yang memungkinkan upaya menekan biaya, menyempurnakan kualitas produk dan informasi instant terkini, dan meningkatkan kecepatan penyampaian jasa Efisiensi dan layanan
pelanggan

4. Business Process
Perspective
Sistem yang memungkinkan otomatisasi transaksi bisnis dan aliran kerja Otomatisasi proses bisnis

5. Market-of-one
Perspective
Sistem yang memungkinkan proses ‘Customization’ produk dan jasa untuk diadapatasikan Process customization pada kebutuhan dan keinginan setiap pelanggan secara efisien Process customization
Sumber: diolah dari Phan (1998).

Model Bisnis Internet

KATEGORI
DESKRIPSI
CONTOH

Virtual Storefront
Menjual produk fisik atau jasa secara online. Pengiriman barang dan jasa non-digital menggunakan sarana-sarana tradisional (seperti jasa pos dan kurir).
· Amazon.com
· Virtual Vineyard
· Security First
· Network Bank

Marketplace
Concentrator
Memusatkan informasi mengenai produk dan jasa dari berbagai produsen pada satu titik sentral. Pembeli dapat mencari, membandingkan dan kadangkala juga melakukan transaksi pembelian.
· Dealernet
· Internet Mall
· Industrial Marketplace
· InsureMarket

Information Brokers
Menyediakan informasi
mengenai produk, harga dan
ketersediaannya. Beberapa
diantaranya juga
memfasilitasi transaksi,
namun nilai utamanya
adalah informasi yang
disediakan.
· PartNet
· Travelocity
· Auto-by-Tel

Transaction Brokers
Pembeli bisa mengamati
berbagai tarif dan syarat
pembelian, namun aktivitas
bisnis utamanya adalah
memfasilitasi transaksi.
· E*Trade
· Ameritrade
Electronic
Clearinghouses
Menyediakan suasana
seperti tempat lelang
produk, dimana harga dan
ketersediaan selalu berubah,
tergantung pada reaksi
konsumen.
· Bid.com
· OnSale

Reverse Auction
Konsumen mengajukan
tawaran kepada berbagai
penjual untuk membeli
barang atau jasa dengan
harga yang dispesifikasi oleh
pembeli.
· Priceline.co
m

Digital Product
Delivery
Menjual dan mengirim
perangkat lunak, multimedia,
dan produk digital lainnya
lewat internet.
· Build-a-Card
· PhotoDisc
· SonicNet

Content Provider
Memperoleh pendapatan
lewat penyediaan konten.
Pendapatan bisa dihasilkan
dari biaya berlangganan atau
biaya akses, penjualan ruang
iklan, atau biaya
penempatan iklan dalam
daftar terorganisasi pada
searchable database.
· Wall Street
Journal
Interactive
· Quote.com
· Tripod

Online Service
Provider
Menyediakan layanan dan
dukungan bagi para pemakai
perangkat lunak dan
perangkat keras.
· Cyber Media
· Tune Up.com

Sumber: Laudon & Laudon (2000).

Pergeseran Paradigma Bisnis
Implementasi e-business menuntut pergeseran paradigma secara fundamental, dari yang semula marketplace yang menekankan interaksi secara fisik antara penjual dan pembeli menjadi marketspace1 yang mengandalkan transaksi elektronik (Rayport & Sviokla,1995). Pergeseran ini ditandai dengan perubahan dari geographic business model (location based) menjadi global business model (virtual marketspace).
Dalam traditional marketplace, lalu lintas informasi, produk/jasa, dan pembayaran bersifat fisik (location based). Dengan kata lain, model bisnis yang berlaku adalah geographic business model. Sebaliknya, dalam dunia virtual marketplace, aliran informasi produk, proses komunikasi antara produsen dan konsumen, distribusi barang/jasa dan transaksi berlangsung dalam dunia maya/virtual. Dalam dunia virtual, batas-batas geografis sudah tidak lagi relevan, karena model bisnisnya adalah global business model. Setiap orang yang memiliki akses ke internet dapat mengambil bagian dalam model bisnis mutakhir ini, misalnya dengan melakukan browsing di internet untuk mencari informasi mengenai produk, produsen, dan harga, men-down load perangkat lunak atau data tertentu, mengirim e-mail kepada produsen, melakukan chatting dengan konsumen lain, melakukan transaksi pembayaran dengan aneka fasilitas mutakhir (seperti kartu kredit, smart card, internet interface maupun automatic ordering), dan sebagainya.

Peluang dan Tantangan E-Commerce
Perkembangan internet berdampak pada perubahan cara organisasi merancang, memproses, memproduksi, memasarkan, dan menyampaikan produk. Lingkup persaingan yang semakin luas juga menuntut integrasi dan koordinasi antara departemen sistem informasi, pemasaran, layanan pelanggan, dan departemendepartemen lainnya dalam organisasi. Beraneka ragam peluang pemanfaatan internet yang bisa di eksploitasi meliputi:
· Sumber baru untuk informasi pasar
· Individualized/customized marketing
· Cara baru menjalin relasi online dengan pelanggan dan membangun citra merk (interactive marketing);
· Peluang baru bagi distribusi produk dan komunikasi pemasaran;
· Dan lain-lain.

Proses penyampaian (delivery) produk secara digital via internet diperkirakan diperkirakan bakal semakin marak dalam berbagai sector bisnis, terutama untuk program perangkat lunak, surat kabar, CD musik, tiket pesawat, sekuritas, jasa konsultasi, hiburan, perbankan, asuransi, pendidikan, dan perawatan kesehatan (Andersen & Vincze, 2000).
Sekalipun ada banyak sekali daya pikat e-business (terutama yang berbasis internet), masih ada sejumlah tantangan atau keterbatasan yang harus diatasi. Sebuah survey yang dilakukan oleh majalah InternetWeek pada tahun 1998 mengungkap sejumlah faktor non teknis yang menghambat perkembangan e-business. Faktor-faktor tersebut antara lain: biaya dan justifikasinya (34,8% dari responden); keamanan dan privasi (17,2%), kurangnya trust dan adanya resistensi pemakai (4,4%); dan faktor-faktor lainnya seperti belum bakunya standar dan regulasi pemerintah, dinamika e-business sebagai bidang kajian baru, jasa pendukung yang masih terbatas, masih terbatasnya jumlah penjual dan pembeli, potensi gangguan terhadap relasi antar pribadi, dan akses internet yang masih terbatas dan relatif mahal bagi banyak pelanggan potensial.
Dampak e-Commerce Terhadap Praktik Bisnis
Dalam kategori pertama, e-commerce berdampak pada akselerasi pertumbuhan direct marketing yang secara tradisional berbasis mail order (katalog) dan telemarketing. Kemunculan e-commerce memberikan beberapa dampak positif bagi aktivitas pemasaran,
diantaranya :
· Memudahkan promosi produk dan jasa secara interaktif dan real time melalui saluran komunikasi langsung via internet.
· Menciptakan saluran distribusi baru yang bisa menjangkau lebih banyak pelanggan di hampir semua belahan dunia.
· Memberikan penghematan signifikan dalam hal biaya pengiriman informasi dan produk terdigitalisasi (contohnya: perangkat lunak dan musik).
· Menekan waktu siklus dan tugas-tugas administratif (terutama untuk pemasaran internasional) mulai dari pesanan hingga pengiriman produk.
· Layanan pelanggan yang lebih responsif dan memuaskan, karena pelanggan bisa mendapatkan informasi lebih rinci dan merespon cepat secara online.
· Memfasilitasi mass customization yang telah diterapkan pada sejumlah produk seperti komputer (Dell Computer Inc.), kosmetik (www.reflect.com), mobil, rumah, permata. Bingkisan hadiah (gift), kartu ucapan, bunga, asuransi, jasa perjalanan wisata, buku, CD, mebel, arloji, T-shirt, dan berbagai macam produk lainnya.
· Memudahkan aplikasi one-to-one atau direct advertising yang lebih efektif dibandingkan mass advertising.
· Menghemat biaya dan waktu dalam menangani pesanan, karena sistem pemesanan elektronis memungkinkan pemrosesan yang lebih cepat dan akurat.
· Menghadirkan pasar maya/virtual (marketspace) sebagai komplemen pasar tradisional (marketplace).

Dalam hal transformasi organisasi, e- commerce mengubah karakteristik pekerjaan, karir, dan kompensasi. E- commerce menuntut kompetensi, komitmen, kreativitas, dan fleksibilitas karyawan dalam beradaptasi dengan setiap perubahan lingkungan yang ramping; bercirikan pemberdayaan dan desentralisasi wewenang, beranggotakan knowledge based workers; mampu beradaptasi secara cepat dengan teknologi baru dan perubahan lingkungan (learning organisation); mampu dan berani bereksperimen dengan produk, jasa, maupun proses baru; dan mampu mengelola perubahan secara strategik. Sedangkan dalam hal redefinisi organisasi, e- commerce memunculkan model bisnis baru yang berbasis jasa online di marketspace. Hal ini bisa berdampak pada redefinisi misi organisasi dan cara organisasi menjalankan bisnisnya. Perubahan ini antara lain meliputi peralihan dari sistem produksi massal menjadi pemanufakturan just in time (JIT) yang lebih customized, integrasi berbagai sistem fungsional (seperti produksi, keuangan, pemasaran, dan sumber daya manusia)1, baik secara internal maupun dengan mitra bisnis dan pelanggan; penerapan sistem pembayaran baru, seperti electronic cash; penguasaan sistem informasi dan teknologi mutakhir; dan penerapan sistem belajar dan pelatihan online.

Perilaku Konsumen Internet Dan Internet Market Research
Salah satu bentuk aplikasi e-business yang sangat potensial adalah Internet Market Research. Maksudnya, internet bisa dimanfaatkan sebagai media untuk memahami perilaku konsumen, yang kemudian dijadikan dasar dalam pengembangan strategi untuk menjalin hubungan saling menguntungkan dalam jangka panjang. Perlu diperhatikan bahwa model perilaku konsumen e-business agak berbeda dengan model perilaku konsumen biasa. Diantara faktor-faktor yang mempengaruhi proses pengambilan keputusan konsumen adalah karakteristik pribadi, lingkungan, sistem pemasok, dan stimulus (pemasaran dan non pemasaran).

E-Service
Aplikasi e-business dalam sektor jasa (e-service) juga berkembang pesat. Berbagai perusahaan jasa seperti bank, broker saham, telah melakukan penjualan online bahkan sebelum berkembangnya internet. Faktor pemicu utamanya adalah adanya peluang untuk melakukan digitalisasi keseluruhan proses operasi jasa. Beberapa contoh e-service yang berkembang pesat meliputi:
· Industri pariwisata dan biro perjalanan Di internet kita bisa menemukan berbagai situs yang bisa membantu konsumen dalam memilih paket wisata yang sesuai dengan kebutuhan dan isi kantong. Beberapa situs tersebut misalnya www.expedia.com, www.travelocity.com, www.reservations.com, www.priceline.com, www.travelweb.com, www.thetrip.com, www.lastminute.co.id, www.balitravelguide.com, www.joglosemar.co.id, dan www.travo.com. Adapun jasa-jasa yang disediakan meliputi informasi umum, reservasi, paket liburan dan wisata, akomodasi, dan hiburan. Selain itu tersedia pula informasi seperti tips dari orang-orang yang sudah mengalami situasi tertentu (seperti masalah visa),electronic travel magazines, perbandingan biaya, konversi mata uang, fare tracking, lokasi wisata menarik di seluruh dunia, informasi belanja aksesoris dan buku traveling, pendapat pakar, berita-berita kini yang berkaitan dengan pariwisata dan situasi internasional, chatting rooms, bulletin boards, frequent flier deals, dan sebagainya.
· Internet Job Market
Job market adalah salah satu pasar terbesar di dunia dimana perusahaan mencari karyawan yang memiliki kompetensi dan ketrampilan spesifik, sementara individu mencari pekerjaan yang dinilai cocok. Internet job market digunakan oleh berbagai pihak untuk berbagai keperluan diantaranya:
1. Para Pencari Kerja (Job Seekers) Menggunakan internet untuk merespon setiap iklan lowongan kerja, berinisiatif menempatkan resume di homepage sendiri atau website lain, mengirim pesan ke para anggota newsgroups agar mencarikan informasi pekerjaan dan referensi, dan memanfaatkan jasa recruiting firms seperti www.monster.com, www.hotjob.com, www.jobdirect.com, www.headhunter.net, dan www.careermosaic.com
2. Perusahaan Pencari Kerja (Job Offers) Seringkali mengiklankan lowongan kerja di website perusahaan bersangkutan, situs-situs populer, bulletin board, dan situs recruiting firms. Perusahaan bahkan bisa melakukan wawancara dan berbagai tes lainnya lewat internet.
3. Recruiting Firms
Merupakan broker yang menawarkan jasa untuk memperantarai pencari kerja dan perusahaan. Recruiting firms menempatkan informasi mengenai deskripsi pekerjaan yang tersedia dan jasa-jasa yang ditawarkan di situsnya sendiri, e-malls, newsgroups, online forums, bulletin boards, internet commercial resume services dan providers seperti AOL dan Compuserve.
4. Lembaga Pemerintah Membantu para pencari kerja agar bisa menemukan pekerjaan. Salah satu contohnya adalah pemerintah filipina yang merancang situs khusus dalam rangka menyelaraskan antara tenaga kerja dan pekerjaan.
· Real Estate
Teknologi internet bisa dimanfaatkan bagi para pengembang (developers). Penerapan e-business dalam sektor real estate memberikan beberapa manfaat.
1. Calon konsumen bisa melihat-lihat berbagai properti di layar komputer sehingga bisa menghemat waktu bagi konsumen dan broker.
2. Calon konsumen bisa memilih dan mengorganisasikan properti sesuai dengan kriteria dan preferensinya, serta merancang sendiri dan/atau mensimulasikan desain eksterior dan interiornya.
3. Calon konsumen bisa mendapatkan informasi rinci mengenai hal-hal yang berkaitan dengan properti seperti pengembang, lokasi, harga, peraturan pemerintah menyangkut jual-beli properti,tips memilih properti, kiat bernegosiasi dan lainnya. Contoh situs yang berkaitan dengan real estate antara lain www.ired.com, www.comspace.com, www.info-property.com, dan www.assist2sell.com.
· Perdagangan Saham Online
Perdagangan saham dan surat berharga lainnya (seperti obligasi, reksa dana, opsi dan lain-lain) kian marak dilakukan lewat internet. Beberapa situs yang berkaitan dengan informasi dan perdagangan saham online antara lain: www.etrade.com, www.nyse.com, www.jsx.co.id, www.cyberinvest.com, www.upside.com, www.marketguide.com, www.ipo.com, www.e-bursa.com, dan www.cnnfn.com.
· Internet Banking
Saat ini bank-bank di indonesia mulai memasuki era internet banking atau cyberbanking, diantaranya www.bii.co.id, www.bankniaga.com, www.bi.go.id, www.lippobank.co.id. Bagi pihak bank, cyberbanking memberikan alternatif yang lebih efisien dibandingkan branch banking (melayani nasabah di kantor cabang). Bank juga dapat memanfaatkannya untuk keperluan implementasi strategi relationship marketing. Selain itu, bank juga bisa melayani nasabah yang lokasinya susah dijangkau atau belum dilayani dengan kantor cabang bank bersangkutan. Bagi nasabah, layanan cyberbanking memberikan sejumlah manfaat seperti hemat biaya dan waktu, transaksi relatif aman, dan melakukan berbagai transaksi secara nyaman dan fleksibel tanpa terikat waktu (misalnya membayar tagihan listrik dan telepon, memeriksa saldo, mentransfer uang, membayar tagihan kartu kredit, mengajukan kredit dan layanan lainnya.)
· Lelang online
Situs-situs yang berkaitan dengan lelang produk secara online meliputi : www.auctionhunter.com, www.bekas.com, www.kantongkresek.com, www.barangbekas.net, www.jualbelimobil.com, www.auction.net, www.ebay.com, www.priceline.com, www.onsale.com, www.auctionweb.com, dan www.bidfind.com.
· Online Publishing
Meliputi penyampaian informasi surat kabar, majalah, berita, buku teks, musik, klip video, film, dan informasi lainnya melalui internet. Perkembangan internet yang demikian pesat membuat persaingan antar media begitu intensif. Saat ini online publishing lebih banyak digunakan untuk menyebarkan informasi, untuk keperluan iklan, dan melakukan transaksi penjualan secara interaktif. Dimasa mendatang, online publishing akan mencakup pula materi-materi yang lebih tercustomized, baik yang sifatnya gratis maupun harus dibayar. Contoh yang berkaitan: (www.kompas.com, www.tempo.co.id, www.detik.com, www.astaga.com, dan sejenisnya), penerbit contohnya (www.mhhe.com, www.wiley.com/college, www.prenhall.com, www.pearsoned.com, www.longman.com), jurnal online (www.ssrn.com, www.cpajournal.com, www.journals.unchichago.edu), database online (www.emeraldlibrary.com, http://melba.unilinc.edu.au, dan http://global.umi.com) dan lain-lain.
· Jasa-jasa lainnya.
Beberapa contoh lain dari sebagian kecil dinamika aplikasi e-business industri jasa antara lain : virtual universities atau e-university contohnya www.cityu.edu.hk, online consulting www.knowledgespace.com, e-insurance www.insurerate.com, electronic stamp www.estamp.com, dan sebagainya.

Tema: Banana Smoothie. Blog pada WordPress.com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.